Menilik Potensi Bisnis Diaspora di Belanda

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) telah mendirikan kantor perwakilan di Amsterdam, Belanda. Melalui kantor perwakilan ini, BNI siap menjadi partner dan mencarikan solusi keuangan bagi diaspora Indonesia yang ingin mengembangkan bisnisnya.

"Kami menjadi partner bagi diaspora dan perusahaan Indonesia di Belanda untuk mencari solusi atas layanan perbankan mereka, nanti setelah tahu apa yang dibutuhkan, BNI London yang akan mengeksekusi solusi perbankan tersebut," kata Chief Representative Office BNI Amsterdam, Dwi Wibowo, saat ditemui Republika.co.id di kantornya, Kamis (7/9/2023).

Saat ini, BNI Amsterdam masih berupa kantor perwakilan dan belum diperkenankan bank sentral setempat untuk memberikan layanan perbankan. Meskipun demikian, BNI tetap dapat melayani diaspora yang membutuhkan informasi dan edukasi terkait layanan perbankan. "Setelah mendapatkan full license di sini, kami dapat segera memberikan layanan perbankan di Belanda," kata Dwi.

Menurut data Kedutaan Besar RI, diaspora Indonesia mencapai 10 persen dari populasi di Belanda. Sehingga, sesuatu yang berasal dari Indonesia sangat diterima oleh masyarakat Belanda.

Dwi melihat potensi bisnis di Belanda cukup besar. Apalagi, masyarakat Belanda sudah sangat familiar dengan Indonesia, terutama makanan Indonesia. Sejak beroperasi pada Mei 2022, Dwi membagi potensi bisnis di Belanda menjadi tiga area. Pertama, perusahaan lokal yang memiliki bisnis dengan Indonesia, baik langsung maupun tidak langsung. Potensi bisnis ini cukup besar mengingat Belanda sebagai pintu masuk produk Indonesia di Eropa.

"Mereka punya pelabuhan terbesar di Eropa, Pelabuhan Rotterdam, kalau barang sudah masuk Rotterdam, itu artinya sudah certified dan bisa dikirim ke negara manapun di Eropa," ucap Dwi.

Kedua, BNI melihat potensi bisnis diaspora di Indonesia. Menurut data Kedutaan Besar RI, diaspora Indonesia mencapai 10 persen dari populasi di Belanda. Sehingga, sesuatu yang berasal dari Indonesia sangat diterima oleh masyarakat Belanda.

"Masyarakat Belanda sangat terbiasa dengan makanan kita, sehingga segmen ini perlu kita dukung," katanya.

Selain itu, diaspora cukup sulit mendapatkan fasilitas pembiayaan dari perbankan lokal Belanda. Sehingga, kehadiran BNI akan menjadi solusi bagi diaspora yang tidak bisa mendapatkan pendanaan dari perbankan Belanda. "Inilah fungsi dari BNI yang telah diamanatkan pemerintah, kita harus berpihak pada diaspora," katanya.

Ketiga, adalah segmen ritel. Dengan banyaknya WNI di Belanda, ini adalah potensi yang besar. "Dari 16 ribu diaspora, belum semua nasabah kita, itu yang mau kita dorong," ujar Dwi.

Foto

Sadly Rachman

 

Teks

Friska Yolandha

 

Editor

Edwin Putranto

 

Desain

Baskoro Adhy

top